Seorang Ibu di Dusun Kramat, Desa Watestani, Kec. Nguling, Kab. Pasuruan, Jawa Timur bernama Halila (46 th) berjuang membesarkan kedua anaknya. Sang suami yang berinisial PS (50) meninggalkannya.
Halila mengisahkan, kini dirinya harus menjadi tulang punggung semenjak ditinggal oleh suaminya.
Halila mengalami kondisi memprihatinkan, tangan kanannya diamputasi karena penyakit Diabetes melitus. Sebelumnya berprofesi sebagai tukang pijat. Tapi semenjak tangan kanannya diamputasi, maka ibu Halila harus bekerja jualan rempeyek keliling guna memenuhi kebutuhan hidupnya serta membiayai kedua anaknya.
Penghasilan jual rempeyeknya setiap harinya berkisar dua puluh ribuan, sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidupnya dan harus hutang ke tetangga.
Penghasilan ini sangat tidak cukup untuk membiayai kehidupan keluarga tapi saya terus berjuang agar anak-anak kami bisa tetap sekolah, ungkap dia.
Mari kita ringankan beban Ibu Halila yang berjuang membiayai anak-anaknya agara tidak putus sekolah.