Siapa yang tidak tersentuh hati dan berlinang air mata, melihat perjuangan Indiwani serta ketiga adiknya ini.
Telah lama Indiwani beserta saudaranya tidak mendapat kasih sayang seorang ibu, lantaran sang ibu tetiba pergi entah kemana karena suatu masalah. Keempat bocah itu pun dirawat ayahnya seorang diri, dengan keadaan ekonomi yang sangat terbatas serta kondisi tubuhnya sakit-sakitan.
Meski hidup dengan penuh keterbatasan dan tanpa bimbingan seorang ibu, Indiwani tetap semangat belajar hingga mencapai jenjang SMK. Bahkan karena kegigihannya dalam belajar Indiwani telah berhasil menghatamkan hafalan al-Qur’an 30 Juz dengan sempurna. Semua ia lakukan sepenuh hati demi membahagiakan ayah, serta harapan menggapai masa depan yang lebih baik demi keluarga.
Belum selesai masa belajar di SMK, ujian hidup kembali menimpa Indiwani. Ia terpaksa berhenti sekolah di bangku kelas 2 SMK, karena ketiadaan biaya serta kondisi kesehatan sang ayah yang kian memburuk. Ia pun harus bekerja serabutan, untuk merawat ayah serta menghidupi ketiga adiknya yang masih kecil.
Bak jatuh tertimpa tangga, di pengujung tahun 2023 kemarin ayah Indiwani telah berpulang menghadap Sang-pencipta; Meninggalkan Indiwani beserta adik-adinya untuk selamanya.
Kini di usianya yang masih sangat muda, Indiwani harus menjadi tulang punggung keluarga. Berjuang membesarkan ketiga adiknya.
Sosok Indiwani adalah gambaran nyata dari pejuang keluarga sejati, yang patut kita dukung perjuangannya dalam meraih cita-cita. Yuk! sobat kita bantu Indiwani beserta ketiga adiknya, untuk kembali melanjutkan pendidikan serta memperjuangkan masa depan mereka. Salurkan donasi terbaik Anda!